Makan di Timbul Roso (ikan)

Siang (05082007) hari telah lewat tetapi kami belum punya makanan untuk dimakan sehingga kami sepakat untuk makan di luar. Rasa kangen makan ikan-ikan-nan membuat kami mencari makan di daerah pakem (sleman, d.i.yogyakarta) karena di daerah pakem terdapat cukup banyak rumah makan dengan menu utama masakan ikan: gurameh, bawal, nila, dll.

Hari itu kami makan di Timbul Roso. Asumsi kita dari arah selatan, setelah RS Panti Nugroho kita belok ke kanan /kearah timur yaitu mengarah ke jalur alternatif surakarta. Ke utara terus menuju cangkringan yang nantinya kita akan melewati RM. Boyong Kalegan, RM. Pondok Galih. Nah Timbul Roso akan kita jumpai kurang dari 1 km dari boyong kalegan dan berada di kiri jalan. Pada tahun 1995, di daerah itu yang cukup dikenal adalah Boyong Kalegan dan sekarang masih sangat ramai juga.

Kesan-kesan saya:

  • Harga murah

Yang membuat saya pertama kali mencoba makan di tempat ini adalah karena harganya yang lebih murah dibanding yang lain (3 tahun lalu) dan beramai-ramai. Selanjutnya sih gak pernah bandingin lagi dan kalo ada temen yang tanya saya rekomendasikan tempat ini.

  • Masakan cukup enak

Masakannya juga cukup enak (versi lidah saya loh) dan gak kalah dengan tempat serupa yang lain. Kita akan mendapatkan 1 cawan kacang goreng secara cuma-cuma.

  • Tempat asri dan alami

Serasa makan di hutan, karena pondok-pondok makannya terletak di tengah kebun yang sangat rimbun. Sekarang suasana kebun-nya terlihat lebih tertata daripada dulu. Udaranya cukup bersih dan segar.

  • Lesehan

Kita bisa makan sambil lesehan (duduk di bawah dan tanpa kursi) dan 90% yang makan di tempat ini duduknya lesehan. Di sini juga ada pendopo (utk syukuran, dll.) ataupun tempat makan model duduk di kursi. Tempat juga sangat luas.

Skor Kuliner
Harga  : *****
Tempat : *****
Rasa   : ****
Tag : ikan tawar, lesehan, ramerame

Tidurku Bergetar

Sedang enak-enaknya tidur, kok terasa ada getaran-getaran ya…. Apa nih? Kok tubuhku terasa bergetar-getar yach? Dan ternyata tidak hanya itu, kaca2 dan pintu juga terdengar berisik (maklum rumah kpr tahun 80-an).

Waaaaaaaa ada GEMPA !@#@!$”>!@#@!$

Kami pun keluar dari rumah dan para tetangga pun juga pada keluar dari rumah mereka. Aku kemudian masuk lagi, menghidupkan radio mw/sw, sapa tau ada info-info lokal terkait gempa ini. Huuh, radio-nya ternyata malah gak mau bunyi, yaudah nyalain TV  saja. Lalu saya mencari hp buat sms si taritol gadis bantul, takutnya kek peristiwa 27 mei yang lalu. SMS ternyata mending lima menit-an.

Setelah gempa tidak terasa lagi terlihat pada kembali ke rumah masing-masing dan kami mencoba mengkontak saudara/teman kami. Tak lama kemudian, RCTI menyampaikan berita bahwa telah terjadi gempa pk 00.15-an, pusat gempa ada di barat laut Indramayu dan berukuran sekitar 7 SR. Berita ini cukup meyakinkan kami bahwa gempa ini tidak seperti yang 27 mei yang lalu.

Selanjutnya, kami meneruskan … (maap crita selanjutnya tidak utk umum).

ke Bantul Expo 2007

Sore, setelah pulang kerja kami jalan ke Bantul Expo 2007 yang diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan Bantul dJogja (Jl. Parangtritis).

  • Parkir Rp. 5000,-

Aku gak tau sebenernya utk event-event seperti ini ada koordinasi terkait parkir gak sih dengan panitia. Seharusnya masyarakat tidak perlu dirugikan dengan adanya lonjakan harga karcis parkir yang dimainkan oleh para tukang parkir liar. Semoga saja hasil parkir ini bisa berguna bagi masyarakat sekitar dan bukannya malah dipegang para mavia-mavia parkir.

  • Stand produk bantul

Ada event Bantul Expo atau tidak, di Pasar Gabusan memang terdapat kios-kios yang menjual barang-barang kerajinan hasil karya masyarakat Bantul. Barang-barang ini lah yang sebenernya sering kita jumpai di pusat-pusat perbelanjaan (mall, dll.). Karena saya suka dengan wayang, saya cukup lama ngetem di kios yang memamerkan wayang kulit. Hiasan kulit, batik, makanan, tas, sepatu/sandal, dll. Read more »

Lagu asli Indonesia Raya ?

Ketika sedang dinner sambil nonton berita, ada sebuah berita yang menurut saya sangat menarik, yaitu: Roy Suryo menyatakan telah menemukan lagu asli Indonesia Raya.

Saya juga menemukannya di salah satu berita di RiauInfo.com :

“Saya menemukan lagu asli Indonesia Raya ini di Belanda sekitar tiga minggu lalu. Dan telah saya beritahukan pada Mensesneg Atta Radjasa, dan Depkominfo . Dalam pengajuan ini saya berharap lagu asli Indonesia Raya ini akan menjadi hadiah istimewa pada peringatan HUT RI pada 17 Agustus 2007 ini,” ujar Suryo dosen UGM tersebut.

hm…

Trus yang selama ini dinyanyikan ketika upacara bendara, dll. itu lagu indonesia raya yang palsu gitukah??

Saya juga sempet googling dan menemukan komentar beberapa orang yang menyatakan pernah menyaksikan lagu (yaitu lagu yang sama dengan yang baru dilihat oleh Roy Suryo tersebut) di internet.

Mungkin karena Roy Suryo mendapakan sumber nya di Belanda dan setelah dikonfirm ke pihak yang berkepentingan dan ternyata malah merasa tidak mempunyai koleksi itu maka dia menganngapnya sebagai penemuan yang sangat penting.

Menurutku sih……..

  • Roy suryo paling tidak telah berhasil dalam memblow up bahwa ada versi lagu indonesia raya yang lain. (besok2 kalo nemuin ginian, aq mau spt itu ah dan sekalian njual berita media. wakakakak jahatnya aku…) gitu ajah kok heboh.
  • Selain itu juga dia harus bisa membantu mendapatkan film asli-nya sehingga barang tersebut bisa disimpan oleh pihak yang seharusnya (badan arsip or apalah), or jangan2 hanya ambil dari internet juga. cape’deh………
  • Pemerintah harus memberikan penjelasan terkait perbedaan tersebut, apakah memang terdapat beberapa versi lagu indonesia raya dan telah ada penetapan khusus versi menjadi lagu indonesia raya yang baku (utk acara formal, dll.). Sehingga fenomena ini tidak akan simpang siur atau bahkan timbul opini publik yang negatif.
  • Lagu Indonesia Raya di youtube ataupun yang dah ada di internet itu gimana?

Sarapan dibantu dg toaster

Karena kasihan melihat toaster (hadiah) kami belum dipake-pake, maka kami membeli roti tawar. Pagi ini kami menggunakannya untuk pertama kali nya. Aq memesan (roti tawar + mentega + telor mata sapi) bakar. Pengen-nya sih pake sayur-sayuran juga, tetapi karena gak punya ya udah pake itu ajah.

Aq merasa kok kurang enak ya…… karena Read more »

Film Festival: Crossing the Dust

  • Genre: Drama
  • Release: 2006
  • Duration: 1hr 13min
  • Synopsis:

This drama by Shawkat Korki is set just after the fall of Saddam Hussein in 2003. It finds two Kurdish men looking for the parents of a lost five year old boy who is also, coincidently, named Saddam. At the same time, the child’s parents are looking for him as well, but they meet with difficulty as they call his name, which has suddenly become taboo. It seems that neither soldiers, nor civilians, nor religious leaders are willing to help the little boy, caught within a tumult of violence.

Source:

  • http://entertainment.msn.com/movies

Koleksi mobil-mobilan: majorete, …

Tak tau kenapa kok aq jadi inget sama mobil-mobilan ku. Akhirnya aq sempetin mencari barang-barang yang pernah mengisi lembaran masa kecil ku (sampe esempe masih main dink). Tak tahu-nya ku temuin di loteng, bersama dengan barang-barang yang sudah kami pensiunkan.

Ragam mobil-mobilan ku:

  • Truk dari kayu (TK): yang jenis ini dah rusak berat sejak lama, karena dulu sering aq dudukin. Penjualannya mungkin hanya ada di pasar tradisional kali ya.
  • Mobil-mobilan plastik: kalo jenis ini masih bisa kita jumpain di toko-toka
  • Mobil-mobilan besi: merk majorete, hotwheels, matchbox.
  • Kereta-keretaan listrik: dulu pernah dibeliin mainan kereta TGV dg tenaga listri, gak tau sekarang masih bisa jalan gak ya…….

Seneng juga bisa menemukan mobil-mobilanku lagi, seperti dapet harta karun :) . Setelah aq cuci sampe agak bersih, berikut foto-nya:

koleksi mobil-mobilan

NB: menerima pemberian mobil-mobilan segala merk dan dari segala jenis bahan.

ke Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 29 Juli – 2 Agustus 2007 yukk!!!

Bosen dengan film-film bioskop dan pengen dapet suguhan yang lain tapi tetap bermutu tinggi. Simak info berikut (nyammmm)……..

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) merupakan ajang eksebisi dan kompetisi 20 film dari berbagai negara di Asia yang dipilih oleh komite Jogja-Netpac Asian Film Festival.

jaff_2007.jpg

Read more »

Wisata Bahari Lamongan – WBL

Akhir juni 2007 kemaren saya dan keluarga baru saya berniat untuk ngelencer (jalan) ke WBL – Wisata Bahari Lamongan. Tetapi karena bertepatan dengan liburan anak-anak sekolah so sangat crouded. So kami akhirnya hanya duduk di luar dan mengintip saja.

Berdasarkan pengamatan sekilas dapat saya katakan sbb: Read more »

Penjagaan eksekutif 1

Ketika itu saya berkesempatan menghadiri acara resepsi pernikahan, yang di acara tersebut juga diundang tamu eksekutif 1 dan 2 di negeri itu.

Acara resepsi-nya dimulai pukul 19.00 waktu setempat. Karena beberapa alasan, saya pergi ke gedung lebih pagi dan sekalian ikut dengan rombongan pengantin. Pada awalnya ingin datang sesuai dengan waktu yang tertulis diundangan, tetapi karena undangan dibawa oleh orangtua. Sementara untuk masuk ke halaman gedung saja harus menunjukkan undangan. Read more »