Tiduran di Jalan ? Why Not!!

Sabtu (27 mei 2006) malem aq ke tempat Inun anterin maem soalnya warung banyak yang tutup dan kalaupun ada yang buka itupun antrinya lama. Beredar juga info bahwa pukul sekitar pukul 23 akan ada gempa susulan. So anak2 Mijil 7 pun pada keluar dan duduk di jalan.

Anak2 pada betah nongkrong (sambil terkantuk2) di jalan. Ada yang mengambil kasur lipat buat tiduran (tapi pada tidur beneran). Biasanya kalo liat orang tidur di jalan kita anggap aneh, eh malah sekarang kita sendiri ngelakuin – swt

Sekitar pk 22 ada rombongan temennya Ira yang lewat situ dan emang mo ngungsi karena rumah kontrakan mereka di Glagah roboh.

Anak2 Mijil7 ada yang mulai masuk ke ruang tamu rumah induk untuk tidur tapi ada juga yang berjaga (sambil tertidur, swt) di jalan kalau ada gempa lagi. Sebenarnya gempanya sesekali terjadi dan tidak sebesar yang tadi pagi. Tetapi secara mental sudah ada semacam trauma sehingga ketika ada gempa banyak yang panik dan lari keluar rumah.

Pukul 01 dini hari aq ke kantor untuk siap-siap jemput Nuryani, tetapi sepertinya akan molor dari jadwal. Aq nunggu di kantor sambil istirahat. Sekitar pk 03, dia calling dah dekat dengan Terminal Jombor, so aq pun brangkat. Setelah aq jemput di jalan (gak turun terminal) dia aq kasih singgah di kos-nya Inun dulu.

One Response

  1. There is a charm about the forbidden that makes it unspeakably diserable — Mark Twain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: