Menginap di Bandara Sukarno-Hatta

Hari Senin pagi pk 10, ada telepon dari salah satu client (Padang) yang meminta untuk melakukan pendampingan disana. Acaranya adalah hari besoknya yaitu hari Selasa & Rabu. GUBRAK!!! (Tema gak jelas, gimana mo nyiapin) . Yah untuk melayani client akhirnya kami penuhi.

Nah, permasalahannya adalah ketika pulang. Client hanya menyediakan tiket Padang-Jakarta, itu pun juga utk penerbangan sore. Celakanya lagi ada penundaan keberangkatan. Akhirnya kami tiba di SukarnoHatta Rabu pk 21.

Kalau saya sih sebenernya ada plan untuk nginep di saudara, tetapi rekan saya (yang berangkat adalah 2 orang: saya & mr. mono) ada kebutuhan untuk segera ngantor. Jasa pemesanan tiket sudah tutup. Akhirnya kami putuskan untuk menginap di bandara. Atau lebih tepatnya di mushola di teras terminal. Hal ini dengan harapan keesokan paginya, kami bisa membeli tiket untuk penerbangan hari Kamis yang paling pagi (loket pembelian tiket pk 6 sudah buka).

Aq sih sebenernya ada rasa seneng juga sih, utk gini2an. Yah mumpung ada temennya napa enggak. Itung2 cari survey situasi, sapa tau besok2 ada situasi kek gini. YAng menjadi kekawatiranku saat itu adalah jika ada preman, dll.

Apa yang kami lakukan kemudian? Tentukan tempat bermalam, apakah di mushola, di kursi (baik di terminal A,B,C). fyi: kursi-kursi banyak kecoa-nya. Saat itu kami memilih di mushola. Kemudian kami menunggu mushola hingga aktivitas penggunaannya tidak ada (takutnya ntar mengganggu orang yang ingin sholat). Pk 23 kami mulai masuk ke mushola untuk bersiap membaringkan badan. Disitu juga sudah ada beberapa orang yang senasib. Pastikan tas, dll. dalam posisi yang aman (dipeluk or dijepit, dll.). Tetapi dari pengalaman waktu itu sih cukup aman (tidak ada preman, dll.)

Waktu itu saya belum terlalu ngantuk dan agak sayang kalo dibuat tidur. Barang-barang, saya titipkan ke temen saya yang sudah bersiap untuk tidur di dalam mushola. Saya pun memanfaatkan utk jalan2, melihat terminal A-C. Saya coba colokan listrik di tiap-tiap terminal. Juga mencatat tempat makan tiap2 terminal (hikz; catetannya malah kecuci)

Hal-hal yang saya ambil hikmahnya:

  • Jika terpaksa menginap di SukarnoHatta tidak masalah karena cukup aman. amien.
  • Banyak orang yang tidur di bandara baik di kursi-kursi ataupun di dalam mushola, disana juga ada beberapa petugas yang lalu lalang (tukang cat, satpam, tukang bersih2).
  • Pastikan untuk telah makan sebelum pk 22, karena warung mulai tutup sekitar pk itu.
  • Jika ada kebutuhan listrik saya tahu harus mencari colokan ke terminal A/B (misal terpaksa harus kerja di bandara).
  • Bus Damri yang paling malem pk 23 (or 22 ya lupa ….) .

One Response

  1. Kalo sama temen2 c enak ya nginep rame2.
    Tp kl sama kerluarga c BIG NO! deh ya nginep disana.
    Kasian keluarga.
    Liburan ke Jakarta kemarin saya tiba di Jakarta jam 11 malam.
    Pas turun emang banyak juga yang menginap di bandara.
    Tp mengingat saya bawa keluarga mndg saya cr hotel terdekat deh karena uda cape perjalanan jauh dlm pesawat.
    Saya menginap di FM7 Resort Hotel karena mereka sediain antar jemput gratis dari bandara,
    Jd gak perlu pusink lg dan keluar uang lg buat akomodasi ke hotel.
    Untuk harga menurut saya murah kl dibandingin sm fasilitas yang dikasih ky kolam renang, gym, sauna, steam dan msh banyak lg.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: