Delivery Carefoure yang Ngaret

Sabtu, 14.april.2007 pk 13 merupakan jadwal carefoure mendeliver almari caesar yang telah kami beli satu minggu sebelumnya. Dan di hari inilah kami terpaksa harus mengalami kekecewaan karena pihak carefoure tidak bisa memenuhinya alias ngaret.

Perasaan adanya sesuatu yang akan tidak beres telah kami rasakan pada hari minggu sebelumnya. Gimana tidak!! Kami minta barang dideliver hari sabtu 14.april eh gak tau nya hari minggu 8.april dah dianterin. Eh beneren terbukti. Huh… piye to iki, kok gak profesional.

Kami berbelanja di carefoure sebenernya ingin mendapatkan service-nya, eh gak tau-nya malah mirip dengan warung cengcengpo. Service-nya gak bisa diandalkan, kita harus bener-bener proaktif agar bisa sesuai dengan perjanjian. Emang sih, kata salah satu pegawai disana, untuk jasa delivery diserahkan ke pihak. So what geteel……..

  • Dari pengalaman ini, operasi “proaktif” harus diterapin juga ketika blanja barang dengan model delivery sekalipun di hypermarket sekelas carefoure. Berikut to do list yang perlu dilakukan:
  • Tentukan deadline delivery pada waktu yang aman dari kesibukan. Misal kerja sampe hari sabtu siang, ya buat deadline utk sabtu siang itu juga. So, ketika sabtu molor kita masih bisa memaksa minggu.
  • Konfirmasikan 2×24 jam sebelum deadline. Pastika mendapatkan jawaban “Ya pak barang sudah siap tinggal berangkat” dari konfirmasi: “saya ingin memastikan bahwa barang saya benar-benar didelivery hari X pukul X, karena barang tersebut akan segera digunakan”. Hal ini penting untuk menghilangkan kendala miss communication – mis. jasa delivery melibatkan pihak ketiga – maka pihak kedua masih ada waktu cukup untuk memastikan barang kita didelivery ontime.
  • Konfirmasikan di akhir hari H-1 atau awal hari H terkait kepastian delivery yaitu pukul berapa dan apakah bener-bener telah siap kirim. Ungkapkan bahwa kita mengharapkan ketepatan waktu nya sehingga agenda kita (satu/dua jam setelah itu) tidak ada yang terganggu.

Hm…… apalagi ya biar kekacauan hari ini tidak perlu terjadi lagi ya……

One Response

  1. welwh-weleh melas men
    tapi itu dah biasa, dari jasa kelas atas ampe kelas teri
    emang sebagai pengguna jasa haru proaktif.

    kadang aku malah berfikir, ongkos pengiriman bisa menguras kocek yang lumayan (untuk nelpon, apalagi mereka ngasihnya nomor gsm) plus streeeee nunggu barang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: