Mie Kadin 2

Pukul 14.00 kami ke mie kadin, eh ternyata buka-nya baru pk 17. Trus kami disarankan ke mie kadin 2 yang letaknya hanya 25 meter dari mie kadin. Banyak orang ngomong mie kadin ini enak, bahkan Mr. MakNyuss – Bondan Prakoso juga mengungkapkannya. Anda bisa mencoba mie goreng/mie godhog dan anda akan merasakan telor yang digunakan adalah telor asin/bebek.

Advertisements

ke Hyaat Jogja

Misanan aku ada yang nginep di hyaat ada urusan proyek di jogja so kesempatan deh bagi wong katrok ini nyintip ke hotel bintang lima ini. Setelah menyesuaikan kostum, kami dan adekku berangkat kesono. Pintu gerbang keluar/masuk hotel ada di sebelah selatan, kemudian saya menurunkan penumpang di depan lobi dan selanjutnya saya parkir.

Setelah basa-basi menanyakan penghuni kamar ada tau tidak sambil tanya elevator nya dimana ke petugas lobi, kami langsung naek menuju kamar misanan ku. Sepanjang lorong yang kami lalu terlihat banyak ornamen-ornamen berciri candi: relief, monumen/candi dari batu, lukisan-lukisan candi. Begitu bersua dan bersalaman dengan misanan, kami masuk ke kamar. hm… tidak ada yang terlalu special dibanding kamar hotel yang lain (standar lah), walau ada beberapa hal baru bagi ku yang belum pernah nginep di hotel bintang lima: minuman alkohol, brankas.

Kami menyempatkan untuk melihat-lihat fasilitas hotel yang boleh saya bilang nyaman (lebih enak diluar dech daripada di dalam kamar). Di taman hotel terdapat candi-candian, beberapa kolam renang (bahkan ada yang dilengkapi dengan prosotan). Menurutku jika nginep disini harus nyoba kolam renang-nya dech. Kami juga sempet ke mampir ke boutiqe. Wuiih harga-nya bo’ (300% deh), bisa dimaklumi sih targetnya kan buat orang-orang kelas I/manca negara. Sebenernya masih banyak fasilitas lain, tetapi waktu checkout dah tiba……….

Makan di Timbul Roso (ikan)

Siang (05082007) hari telah lewat tetapi kami belum punya makanan untuk dimakan sehingga kami sepakat untuk makan di luar. Rasa kangen makan ikan-ikan-nan membuat kami mencari makan di daerah pakem (sleman, d.i.yogyakarta) karena di daerah pakem terdapat cukup banyak rumah makan dengan menu utama masakan ikan: gurameh, bawal, nila, dll.

Hari itu kami makan di Timbul Roso. Asumsi kita dari arah selatan, setelah RS Panti Nugroho kita belok ke kanan /kearah timur yaitu mengarah ke jalur alternatif surakarta. Ke utara terus menuju cangkringan yang nantinya kita akan melewati RM. Boyong Kalegan, RM. Pondok Galih. Nah Timbul Roso akan kita jumpai kurang dari 1 km dari boyong kalegan dan berada di kiri jalan. Pada tahun 1995, di daerah itu yang cukup dikenal adalah Boyong Kalegan dan sekarang masih sangat ramai juga.

Kesan-kesan saya:

  • Harga murah

Yang membuat saya pertama kali mencoba makan di tempat ini adalah karena harganya yang lebih murah dibanding yang lain (3 tahun lalu) dan beramai-ramai. Selanjutnya sih gak pernah bandingin lagi dan kalo ada temen yang tanya saya rekomendasikan tempat ini.

  • Masakan cukup enak

Masakannya juga cukup enak (versi lidah saya loh) dan gak kalah dengan tempat serupa yang lain. Kita akan mendapatkan 1 cawan kacang goreng secara cuma-cuma.

  • Tempat asri dan alami

Serasa makan di hutan, karena pondok-pondok makannya terletak di tengah kebun yang sangat rimbun. Sekarang suasana kebun-nya terlihat lebih tertata daripada dulu. Udaranya cukup bersih dan segar.

  • Lesehan

Kita bisa makan sambil lesehan (duduk di bawah dan tanpa kursi) dan 90% yang makan di tempat ini duduknya lesehan. Di sini juga ada pendopo (utk syukuran, dll.) ataupun tempat makan model duduk di kursi. Tempat juga sangat luas.

Skor Kuliner
Harga  : *****
Tempat : *****
Rasa   : ****
Tag : ikan tawar, lesehan, ramerame

ke Bantul Expo 2007

Sore, setelah pulang kerja kami jalan ke Bantul Expo 2007 yang diselenggarakan di Pasar Seni Gabusan Bantul dJogja (Jl. Parangtritis).

  • Parkir Rp. 5000,-

Aku gak tau sebenernya utk event-event seperti ini ada koordinasi terkait parkir gak sih dengan panitia. Seharusnya masyarakat tidak perlu dirugikan dengan adanya lonjakan harga karcis parkir yang dimainkan oleh para tukang parkir liar. Semoga saja hasil parkir ini bisa berguna bagi masyarakat sekitar dan bukannya malah dipegang para mavia-mavia parkir.

  • Stand produk bantul

Ada event Bantul Expo atau tidak, di Pasar Gabusan memang terdapat kios-kios yang menjual barang-barang kerajinan hasil karya masyarakat Bantul. Barang-barang ini lah yang sebenernya sering kita jumpai di pusat-pusat perbelanjaan (mall, dll.). Karena saya suka dengan wayang, saya cukup lama ngetem di kios yang memamerkan wayang kulit. Hiasan kulit, batik, makanan, tas, sepatu/sandal, dll. Continue reading

ke Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 29 Juli – 2 Agustus 2007 yukk!!!

Bosen dengan film-film bioskop dan pengen dapet suguhan yang lain tapi tetap bermutu tinggi. Simak info berikut (nyammmm)……..

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) merupakan ajang eksebisi dan kompetisi 20 film dari berbagai negara di Asia yang dipilih oleh komite Jogja-Netpac Asian Film Festival.

jaff_2007.jpg

Continue reading

Wisata Bahari Lamongan – WBL

Akhir juni 2007 kemaren saya dan keluarga baru saya berniat untuk ngelencer (jalan) ke WBL – Wisata Bahari Lamongan. Tetapi karena bertepatan dengan liburan anak-anak sekolah so sangat crouded. So kami akhirnya hanya duduk di luar dan mengintip saja.

Berdasarkan pengamatan sekilas dapat saya katakan sbb: Continue reading